Rabu, 03 Januari 2018

Morfologi dan Ilmu Kebahasaan Lain



Morfologi dan Ilmu Kebahasaan Lain

            Dalam morfologi di bicarakan mengenai perhubungan dan keterkaitan antara morfologi dan dua cabang ilmu bahasa yang lainnya. Antara lain :

1.      Keterkaitan Morfologi Dengan Fonologi
Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa secara umum. Dalam folonologi terbagi atas dua bagian, yaitu fonetik dan fonemik.
1.      Fonetik
Fonetik adalah ilmu yang mempelajari ilmu-ilmu bahasa dalam tuturan, serta mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahsa itu dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Misalnya, bunyi /e/ dilafalkan [e] seperti sekolah, telat, berisik, dan dompet, loket, keset. Artinya, bunyi /e/ memiliki dua jenis alofon. Jadi fonetik mempelajari semua jenis bunyi bahasa tanpa memerhatikan apakah bunyi bahasa itu membedakan arti kata atau tidak.
1.      Fonemik
Fonemik adalah ilmu yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi membedakan arti. Bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi membedakan arti kata disebut fonem. Dengan begitu, fonemik dapat diartikan sebagai penyelidikan mengenai sistem fonem suatu bahasa. Misalnya, dalam bahasa indonesia terdapat fonem /k/ karena ada kata batu dan batuk, ada kata peti dan petik, ada kotak dan otak, yang setiap pasangan tersebut berbeda artinya. Perbedaan arti tersebut menunjukkan bahwa dalam bahasa indonesia ada fonem /k/.
Salah satu proses perubahan bentuk kata itu adalah pengimbuhan atau afiksasi. Misalnya, afiksasi meN-.
meN + tulis           = menulis
meN + cubit          = mencubit
meN + sapu           = menyapu
meN + lamar         = melamar
meN + gunting      = menggunting
berdasarkan contoh tersebut, tampak bahwa pengimbuhan atau afiks meN- terhadap bentuk kata dasar memunculkan gejala pergantian bunyi. Seperti dalam kata menulis dan menyapu, penambahan bunyi seperti dalam kata mencubit, menggunting, dan terjadi pula penghilangan bunyi N-, seperti dalam kata merawat dan melamar.
Gejala-gejala penggantian bunyi, penambahan bunyi, penghilangan bunyi itu merupakan peristiwa di bidang fonologi. Namaun gejala-gejala tersebut terjadi akibat peristiwa morfologi. Untuk itlah muncullah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan bunyi akibat bergabungnya dua morfem atau lebih. Ilmu tersebut disebut morfofonemik atau morfofonologi. Gejala-gejala morfofonemis atau morfofonologis yang menandai adanya pertemalian yang erat antara ilmu bentuk kata (morfologi) dan ilmu bunyi bahasa (fonologi).

2.      Keterkaitan Morfologi dengan Sintaksis
Sintaksis merupakan penguasaan atas suatu bahasa yang mencangkup kemampuan untuk membangun frase atau kalimat yang berasal dari kata. Sintaksis bersama-sama dengan morfologi merupakan bagian dari subsistem tata bahasa atau gramatika.
Morfologi menyelidiki struktur intern kata. Satuan yang paling kecil yang diselidiki oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar merupakan kata. Sementara sintaksis menyelidiki struktur bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frase sampai kalimat. Dengan kata lain, sintaksis merupakan study gramatikal struktur antar kata, atau lebih jelasnya menyelidiki seluk-beluk frase, klausa, kalimat , dan wacana. Jadi kata dalam morfologi merupakan satuan yang paling besar, sedangkan dalam sintaksis merupakan satuan yang paling kecil. Contoh:
Gadis itu memamerkan baju baru.
     Struktur intern setiap kata pada kalimat di atas dibicarakan dalam morfologi, misalnya:
            Kata gadis terdiri dari satu morfem,
            Kata itu terdiri dari sati morfem,
            Kata memamerkan terdiri dari tiga morfem, yaitu : meN-, pamer, dan –kan,
            Kata baju terdiri diri dari satu morfem, dan
            Kata baru terdiri dari satu morfem.
      Sedangkan struktur antar kata dalam kalimat di atas dibicarakan dalam bidang sintaksis, misalnya :
            Frase gadis sebagia subjek,
Kara memamerkan sebagai predikat, dan
Frase baju baru sebagai subjek.
Jadi satuan wacana, kalimat, klausa, dan frase, dibicarakan dalam sintaksis atau termasuk bidang sintaksis, sedangkan satuan kata dan morfem dibicarakan dalam morfologi atau termasuk morfologi.

3.      Keterkaitan Morfologi dengan Leksikologi
Leksikologi adalah cabang linguistik yang mempelajari leksikon. Leksikon merupakan komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna atau pemakaian kata dalam bahasa; kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, atau suatu bahasa berbendaharaan kata; kosakata; daftar kata yang disusun seperti kamus dengan penjelasan yang singkat dan praktis (kridalaksana, 1984:114)
Konsep dasar leksikon ialah leksem (kata yang merupakan satuan bermakna atau satuan terkecil dari leksikon). Kata adalah leksem, baik leksem tunggal maupun gabungan leksem yang sudah mengalami proses morfolegik, sedangkan morfem adalah satuan yang terwujud setelah kata terbentuk. Misalnya kata rumah berasal dari leksem tunggal yang telah mengalami proses derivasi zero (proses morfologik yang mengubah leksem yang menjadi kata tanpa penambahan atau pengurangan). Kata berjuang berasal dari leksem juang yang mengalami proses afiksasi dengan ber-. (kushartanti, dkk, 2005: 139). Jika morfologi mempelajari seluk beluk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, maka leksikologi mempelajari seluk beluk kata yaitu, perbendaharaan kata, pemakaian kata serta artinya.

4.      Keterkaitan Morfologi dengan Etimologi
Etimologi adalah ilmu yang mempelajari atau menyelidiki perubahan dan perkembangan bentuk kata. Dalam perkembangan dan perubahan bentuk kata dapat dibedakan atas :
1.      Perubahan bentuk kata dari perbendaharaan kata-kata asli suatu bahasa akibat pertumbuhan dalam bahasa sendri. Misalnya, kamu, engkau, anda.
2.      Perubahan bentuk dari kata-kata pinjaman. Misalnya :
Taubat (Arab)              = tobat
Parameswari(Skt)        = prmaisuri
Lamp (Ing)                  = lampu
Eksamen                      = samen
Dalam perubahan-perubahan bentuk seperti di atas itu hanya terjadi pada kata-kata itu saja. Oleh karena itu, peristiwa-peristiwa tersebut tidak termasuk dalam bidang morfologi, tetapi termasuk bidang ilmu lain yang disebut bidang etimologi, yaitu ilmu yang menyelidiki seluk-beluk secara khusus asal suatu kata.



DAFTAR PUSTAKA

Iyo Mulyono. (2013). Ilmu Bahasa Indonesia Morfologi Teori dan Sejumput Probelmatika Terapannya. Bandung: Yrama Widya
Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik; PT Gramedia.
Kushartanti, dkk. (2005). Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Rinehat and Wiston.
Verhaar J.W.M. (1983). Pengantar Linguistik. Yogyakarta: gajah Mada Universitas Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komposisi

KOMPOSISI Menurut Masnur (2010:57)  yang dimaksud dengan proses pemajemukan atau komposisi adalah peristiwa bergabungnya dua morfem da...