Morfologi dan Ilmu
Kebahasaan Lain
Dalam morfologi di bicarakan
mengenai perhubungan dan keterkaitan antara morfologi dan dua cabang ilmu
bahasa yang lainnya. Antara lain :
1.
Keterkaitan Morfologi Dengan Fonologi
Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa
secara umum. Dalam folonologi terbagi atas dua bagian, yaitu fonetik dan
fonemik.
1.
Fonetik
Fonetik adalah ilmu yang mempelajari ilmu-ilmu bahasa dalam tuturan, serta
mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahsa itu dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Misalnya,
bunyi /e/ dilafalkan [e] seperti sekolah,
telat, berisik, dan dompet, loket,
keset. Artinya, bunyi /e/ memiliki dua jenis alofon. Jadi fonetik
mempelajari semua jenis bunyi bahasa tanpa memerhatikan apakah bunyi bahasa itu
membedakan arti kata atau tidak.
1.
Fonemik
Fonemik adalah ilmu yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi
membedakan arti. Bunyi-bunyi bahasa yang berfungsi membedakan arti kata disebut
fonem. Dengan begitu, fonemik dapat diartikan sebagai penyelidikan mengenai
sistem fonem suatu bahasa. Misalnya, dalam bahasa indonesia terdapat fonem /k/
karena ada kata batu dan batuk, ada kata peti dan petik, ada kotak dan otak, yang setiap pasangan tersebut berbeda artinya. Perbedaan arti
tersebut menunjukkan bahwa dalam bahasa indonesia ada fonem /k/.
Salah satu proses perubahan bentuk kata itu adalah pengimbuhan atau
afiksasi. Misalnya, afiksasi meN-.
meN + tulis = menulis
meN + cubit = mencubit
meN + sapu = menyapu
meN + lamar = melamar
meN + gunting = menggunting
berdasarkan contoh tersebut, tampak bahwa pengimbuhan atau afiks meN- terhadap bentuk kata dasar
memunculkan gejala pergantian bunyi. Seperti dalam kata menulis dan menyapu,
penambahan bunyi seperti dalam kata mencubit,
menggunting, dan terjadi pula
penghilangan bunyi N-, seperti dalam
kata merawat dan melamar.
Gejala-gejala penggantian bunyi, penambahan bunyi, penghilangan bunyi itu
merupakan peristiwa di bidang fonologi. Namaun gejala-gejala tersebut terjadi
akibat peristiwa morfologi. Untuk itlah muncullah ilmu yang mempelajari
perubahan-perubahan bunyi akibat bergabungnya dua morfem atau lebih. Ilmu
tersebut disebut morfofonemik atau morfofonologi. Gejala-gejala morfofonemis
atau morfofonologis yang menandai adanya pertemalian yang erat antara ilmu
bentuk kata (morfologi) dan ilmu bunyi bahasa (fonologi).
2.
Keterkaitan Morfologi dengan Sintaksis
Sintaksis merupakan penguasaan atas suatu bahasa yang mencangkup kemampuan untuk
membangun frase atau kalimat yang berasal dari kata. Sintaksis bersama-sama
dengan morfologi merupakan bagian dari subsistem tata bahasa atau gramatika.
Morfologi menyelidiki struktur intern kata. Satuan yang paling kecil yang
diselidiki oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar merupakan
kata. Sementara sintaksis menyelidiki struktur bahasa yang lebih besar dari
kata, mulai dari frase sampai kalimat. Dengan kata lain, sintaksis merupakan
study gramatikal struktur antar kata, atau lebih jelasnya menyelidiki
seluk-beluk frase, klausa, kalimat , dan wacana. Jadi kata dalam morfologi
merupakan satuan yang paling besar, sedangkan dalam sintaksis merupakan satuan
yang paling kecil. Contoh:
Gadis itu memamerkan baju baru.
Struktur intern setiap kata pada kalimat
di atas dibicarakan dalam morfologi, misalnya:
Kata gadis terdiri dari satu morfem,
Kata itu terdiri dari sati morfem,
Kata memamerkan terdiri dari tiga morfem, yaitu : meN-, pamer, dan –kan,
Kata baju terdiri diri dari satu morfem, dan
Kata baru terdiri dari satu morfem.
Sedangkan struktur antar kata dalam
kalimat di atas dibicarakan dalam bidang sintaksis, misalnya :
Frase gadis sebagia subjek,
Kara memamerkan sebagai predikat,
dan
Frase baju baru sebagai subjek.
Jadi satuan wacana,
kalimat, klausa, dan frase, dibicarakan dalam sintaksis atau termasuk bidang
sintaksis, sedangkan satuan kata dan morfem dibicarakan dalam morfologi atau
termasuk morfologi.
3.
Keterkaitan Morfologi dengan Leksikologi
Leksikologi adalah cabang linguistik yang mempelajari leksikon. Leksikon
merupakan komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna atau
pemakaian kata dalam bahasa; kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara,
atau suatu bahasa berbendaharaan kata; kosakata; daftar kata yang disusun
seperti kamus dengan penjelasan yang singkat dan praktis (kridalaksana,
1984:114)
Konsep dasar leksikon ialah leksem (kata yang merupakan satuan bermakna
atau satuan terkecil dari leksikon). Kata adalah leksem, baik leksem tunggal
maupun gabungan leksem yang sudah mengalami proses morfolegik, sedangkan morfem
adalah satuan yang terwujud setelah kata terbentuk. Misalnya kata rumah berasal dari leksem tunggal yang
telah mengalami proses derivasi zero
(proses morfologik yang mengubah leksem yang menjadi kata tanpa penambahan atau
pengurangan). Kata berjuang berasal
dari leksem juang yang mengalami proses afiksasi dengan ber-. (kushartanti, dkk, 2005: 139). Jika morfologi mempelajari seluk beluk kata serta pengaruh perubahan-perubahan
bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, maka leksikologi mempelajari seluk
beluk kata yaitu, perbendaharaan kata, pemakaian kata serta artinya.
4.
Keterkaitan Morfologi dengan Etimologi
Etimologi adalah ilmu yang mempelajari atau menyelidiki perubahan dan
perkembangan bentuk kata. Dalam perkembangan dan perubahan bentuk kata dapat
dibedakan atas :
1.
Perubahan bentuk kata dari perbendaharaan kata-kata asli
suatu bahasa akibat pertumbuhan dalam bahasa sendri. Misalnya, kamu, engkau, anda.
2.
Perubahan bentuk dari kata-kata pinjaman. Misalnya :
Taubat (Arab) = tobat
Parameswari(Skt) = prmaisuri
Lamp (Ing) = lampu
Eksamen = samen
Dalam perubahan-perubahan bentuk seperti di atas itu hanya terjadi pada
kata-kata itu saja. Oleh karena itu, peristiwa-peristiwa tersebut tidak
termasuk dalam bidang morfologi, tetapi termasuk bidang ilmu lain yang disebut
bidang etimologi, yaitu ilmu yang menyelidiki seluk-beluk secara khusus asal
suatu kata.
DAFTAR
PUSTAKA
Iyo Mulyono. (2013). Ilmu
Bahasa Indonesia Morfologi Teori dan Sejumput Probelmatika Terapannya.
Bandung: Yrama Widya
Kridalaksana, Harimurti. (1984). Kamus Linguistik; PT Gramedia.
Kushartanti, dkk. (2005). Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: Rinehat
and Wiston.
Verhaar J.W.M. (1983). Pengantar Linguistik. Yogyakarta: gajah Mada Universitas Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar