Rabu, 03 Januari 2018

Klasifikasi Kata



Klasifikasi Kata

          Istilah lain yang biasa dipakai untuk klasifikasi kata adalah penggolongan kata, atau penjelasan kata; dalam peristilah bahasa inggris disebut juga part of speech. Para tata bahasawan tradisional menggunakan kelas terbuka dan kelas tertutup. Kelas terbuka digunkan untuk mengidentifikasikan kelas verba, nomina, dan adjektiva. Sedangkan, kelas tertutup digunakan untuk mengidentifikasikan preposisi, konjungsi, adverbia, pronomina, dan lain-lainnya (abdul chaer, 2012:166). Menurut tata bahasawan tradisional:
Ø Kelas Terbuka
1.     Verba (kata kerja) adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan.
o   Ciri-ciri utama verba dilihat dari adverbia yang mendampingnya adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata verba.
·        Dapat didampingi oleh adverbia negasi tidak dan bukan.
·        Dapa didampingi oleh adverbia frekuensi seperti sering, jarang, dan kadang-kadang.
·        Tidak dapat didampingi oleh kata bilangan dengan penggolongannya.
·        Tidak dapat didampingi oleh semua adverbia derajat.
·        Dapat didampingi oleh semua adverbia kala (tenses). Seperti sudah makan, sedang mandi, lagi tidur, dll.
·        Dapat didampingi oleh semua adverbia keselesaian. Seperti belum mandi, baru datang, seudah pulang, dll.
·        Dapat didampingi oleh semua adverbia keharusan. Seperti boleh mandi, harus pulang, wajib datang.
·        Dapat didampingi oleh semua anggota adverbia kepastian. Seperti pasti datang, tentu pulang, mungkin pergi, dll.

2.     Nomina (kata benda) adalah kaya yang menyatakan benda atau yang dibendakan.
o   Ciri-ciri nomina dilihat dari adverbia pendampinginya adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata nomina.
·          Tidak dapat di dahului oleh adverbia negasi tidak.
·           Tidak dapat di dahului oleh adverbia derajat agak (lebih, sangat, dan paling)
·          Tidak dapat di dahului oleh adverbia keharusan wajib (kucing, meja, bulan, rumah, dan pensil)
·          Dapat didahului adverbia yang menyatakan jumlah seperti satu buah, sebatang, dll.
Misalnya: baju, meja, televisi.
3.     Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang menjelaskan, mengubah, atau menambah arti dari suatu kata benda agar lebih spefisik.
o   Ciri-ciri nomina dilihat dari adverbia pendampinginya adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata nomina.
·        Tidak dapat didampingi oleh adverbia frekuensi. Seperti sering, jarang, kadang-kadang.
·        Tidak dapat didampingi oleh adverbia jumlah.
·        Dapat didampingi oleh adverbia derajat.
·        Dapat didampingi oleh adverbia kepastian. Seperti pasti, tentu, mungkin, dan barang kali.
·        Tidak dapat diberi adverbia kala (tenses) hendak dan mau. Jadi bentuk-bentuk tidakberterima.

Ø Kelas Tertutup
1.     Pronomina (kata ganti) adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Misalnya: saya, kapan, -nya, ini.
2.     Numerlia (kata bilangan) adalah kata yang di gunakan untuk menyatakan jumlah (orang, bintang, benda, dan lainnya) atau urutan. Misalnya: satu, dua, kesatu, ½ = setengah/separuh.
3.     Adverbia (keterangan) adalah kata yang bersifat menerangkan kata sebelumnya seperti kata kerja, sifat, bilangan, namun tidak menerangkan kata ganti benda dan kata ganti nama. Misalnya: dengan...., secara...., agar..., di...., ke..., dll.
4.     Preposisi (kata depan) adalah kata yang menghubungkan kata benda dengan bagian kalimat. Misalnya: dalam, atas, antara, kepada, akan, oleh, terhadap, dengan, dll.
5.     Artikula (kata sandang) adalah salah satu jenis keragaman kata dalam kata dalam bahasa indonesia yang tidak memiliki makna khusus. Kata sandang dipaparkan sebagai “artikel” yang dimaksudkan adalah kata yang difungsikan sebagai pengiring yang mengikuti kata-kata tertentu, sehingga makna kata sandang selaras dengan kata benda ynag diikutinya. Misalny: sang, sri, hang, dang, hyang, yang, kaum, umat, para.
6.     Interjeksi (kata seru) adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan perasaan. Misalnya: sedih, gembira, kagum, terkejut.
7.     Konjungsi adalah kata yang bertugas atau berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata atau bagian kalimat yang satu dengan yang lain. Misalnya: sesudah, jika. Andaikan, agar, sebab, sehingga, bahwa, dengan.
Para tata bahasawan strukturalis membuat klasifikasi kata berdasarkan distribusi itu dalam struktur atau kontruksi. Misalnya, nomina adalah kata yang berdistribusi di belakang kata bukan itu. verba adalah kata yang dapat berkontribusi di belakang kata tidak, atau dapat mengisi kontruksi tidak .... jadi, kata-kata seperti makan, minum dan lari juga termasuk verba, karena dapat berkontribusi di belakang tidak. Lalu adjektifa adalah kata-kata yang dapat berkontribusi dibelakang kata sangat, atau dapat mengisi kontruksi sangat .... jadi, kata-kata seperti merah, nakal, dan cantik adalah termasuk adjektifa karena dapat berdistribusi di belakang kata sangat.
Ada juga kelompok linguis yang menggunakan kriteria fungsi sintaksis sebagai patokan untuk menentukan kelas kata. Secara unum, fungsi subjek diisi oleh kelas nomina, fungsi prediket diisi oleh verba atau adjektiva, fungsi objek oleh kelas nomina dan fungsi keterangan oleh adverbia (abdul chaer, 2012:168).
Klasifikasi kata atau penggolongan kata memang perlu, sebab besar manfaatnya, baik secara teoritis dalam semantik, maupun secra praktis dalam keterampilan berbahasa. Dengan mengenal kelas kata dapat kita identifikasikan ciri-cirinya dan dapat memprediksi penggunaan atau pendistribusian kata di dalam ujaran. Sebab, hanya kata-kata yang berciri atau beridentifikasi yang sama saja yang dapat menduduki suatu fungsi atau suatu distribusi dalam kalimat. Seperti, kata-kata minum, makan, menyayi dapat menggantikan distribusi  kata makan dalam kalimat Dia sedang makan. Tetapi, kata-kata seperti rumah, lima, laut tidak dapat menggantikan kata makan itu. jadi kelas kata ini bisa dikatakan penentuan kata-kata berdasarkan kelas atau golongan memang perlu di lakukan.






Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komposisi

KOMPOSISI Menurut Masnur (2010:57)  yang dimaksud dengan proses pemajemukan atau komposisi adalah peristiwa bergabungnya dua morfem da...