Klasifikasi Kata
Istilah lain yang biasa dipakai untuk
klasifikasi kata adalah penggolongan kata, atau penjelasan kata; dalam
peristilah bahasa inggris disebut juga part of speech. Para tata bahasawan
tradisional menggunakan kelas terbuka dan kelas tertutup. Kelas terbuka
digunkan untuk mengidentifikasikan kelas verba, nomina, dan adjektiva.
Sedangkan, kelas tertutup digunakan untuk mengidentifikasikan preposisi,
konjungsi, adverbia, pronomina, dan lain-lainnya (abdul chaer, 2012:166).
Menurut tata bahasawan tradisional:
Ø Kelas Terbuka
1.
Verba (kata kerja) adalah kata yang menyatakan tindakan
atau perbuatan.
o
Ciri-ciri utama verba dilihat dari adverbia yang mendampingnya
adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata verba.
·
Dapat didampingi oleh adverbia negasi tidak dan bukan.
·
Dapa didampingi oleh adverbia frekuensi seperti sering,
jarang, dan kadang-kadang.
·
Tidak dapat didampingi oleh kata bilangan dengan
penggolongannya.
·
Tidak dapat didampingi oleh semua adverbia derajat.
·
Dapat didampingi oleh semua adverbia kala (tenses).
Seperti sudah makan, sedang mandi, lagi tidur, dll.
·
Dapat didampingi oleh semua adverbia keselesaian. Seperti
belum mandi, baru datang, seudah pulang, dll.
·
Dapat didampingi oleh semua adverbia keharusan. Seperti
boleh mandi, harus pulang, wajib datang.
·
Dapat didampingi oleh semua anggota adverbia kepastian.
Seperti pasti datang, tentu pulang, mungkin pergi, dll.
2.
Nomina (kata benda) adalah kaya yang menyatakan benda
atau yang dibendakan.
o
Ciri-ciri nomina dilihat dari adverbia pendampinginya
adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata nomina.
·
Tidak dapat di dahului oleh adverbia negasi tidak.
·
Tidak dapat di
dahului oleh adverbia derajat agak (lebih, sangat, dan paling)
·
Tidak dapat di dahului oleh adverbia keharusan wajib
(kucing, meja, bulan, rumah, dan pensil)
·
Dapat didahului adverbia yang menyatakan jumlah seperti
satu buah, sebatang, dll.
Misalnya: baju,
meja, televisi.
3.
Adjektiva (kata sifat) adalah kata yang menjelaskan,
mengubah, atau menambah arti dari suatu kata benda agar lebih spefisik.
o
Ciri-ciri nomina dilihat dari adverbia pendampinginya
adalah bahwa kata-kata yang termasuk kata nomina.
·
Tidak dapat didampingi oleh adverbia frekuensi. Seperti
sering, jarang, kadang-kadang.
·
Tidak dapat didampingi oleh adverbia jumlah.
·
Dapat didampingi oleh adverbia derajat.
·
Dapat didampingi oleh adverbia kepastian. Seperti pasti,
tentu, mungkin, dan barang kali.
·
Tidak dapat diberi adverbia kala (tenses) hendak dan mau. Jadi bentuk-bentuk tidakberterima.
Ø Kelas Tertutup
1.
Pronomina (kata ganti) adalah jenis kata yang
menggantikan nomina atau frasa nomina. Misalnya: saya, kapan, -nya, ini.
2.
Numerlia (kata bilangan) adalah kata yang di gunakan
untuk menyatakan jumlah (orang, bintang, benda, dan lainnya) atau urutan.
Misalnya: satu, dua, kesatu, ½ =
setengah/separuh.
3.
Adverbia (keterangan) adalah kata yang bersifat
menerangkan kata sebelumnya seperti kata kerja, sifat, bilangan, namun tidak
menerangkan kata ganti benda dan kata ganti nama. Misalnya: dengan...., secara...., agar..., di....,
ke..., dll.
4.
Preposisi (kata depan) adalah kata yang menghubungkan
kata benda dengan bagian kalimat. Misalnya: dalam,
atas, antara, kepada, akan, oleh, terhadap, dengan, dll.
5.
Artikula (kata sandang) adalah salah satu jenis keragaman
kata dalam kata dalam bahasa indonesia yang tidak memiliki makna khusus. Kata
sandang dipaparkan sebagai “artikel” yang dimaksudkan adalah kata yang
difungsikan sebagai pengiring yang mengikuti kata-kata tertentu, sehingga makna
kata sandang selaras dengan kata benda ynag diikutinya. Misalny: sang, sri, hang, dang, hyang, yang, kaum,
umat, para.
6.
Interjeksi (kata seru) adalah kata yang digunakan untuk
menggambarkan perasaan. Misalnya: sedih,
gembira, kagum, terkejut.
7.
Konjungsi adalah kata yang bertugas atau berfungsi untuk
menghubungkan kata dengan kata atau bagian kalimat yang satu dengan yang lain.
Misalnya: sesudah, jika. Andaikan, agar,
sebab, sehingga, bahwa, dengan.
Para tata bahasawan strukturalis membuat klasifikasi kata berdasarkan
distribusi itu dalam struktur atau kontruksi. Misalnya, nomina adalah kata yang
berdistribusi di belakang kata bukan
itu. verba adalah kata yang dapat berkontribusi di belakang kata tidak, atau dapat mengisi kontruksi tidak .... jadi, kata-kata seperti makan, minum dan lari juga termasuk verba, karena dapat berkontribusi di belakang tidak. Lalu adjektifa adalah kata-kata
yang dapat berkontribusi dibelakang kata sangat,
atau dapat mengisi kontruksi sangat
.... jadi, kata-kata seperti merah, nakal,
dan cantik adalah termasuk adjektifa
karena dapat berdistribusi di belakang kata sangat.
Ada juga kelompok linguis yang menggunakan kriteria fungsi sintaksis
sebagai patokan untuk menentukan kelas kata. Secara unum, fungsi subjek diisi
oleh kelas nomina, fungsi prediket diisi oleh verba atau adjektiva, fungsi
objek oleh kelas nomina dan fungsi keterangan oleh adverbia (abdul chaer,
2012:168).
Klasifikasi kata atau penggolongan kata memang perlu, sebab besar
manfaatnya, baik secara teoritis dalam semantik, maupun secra praktis dalam keterampilan
berbahasa. Dengan mengenal kelas kata dapat kita identifikasikan ciri-cirinya
dan dapat memprediksi penggunaan atau pendistribusian kata di dalam ujaran.
Sebab, hanya kata-kata yang berciri atau beridentifikasi yang sama saja yang
dapat menduduki suatu fungsi atau suatu distribusi dalam kalimat. Seperti,
kata-kata minum, makan, menyayi dapat
menggantikan distribusi kata makan dalam
kalimat Dia sedang makan. Tetapi,
kata-kata seperti rumah, lima, laut
tidak dapat menggantikan kata makan
itu. jadi kelas kata ini bisa dikatakan penentuan kata-kata berdasarkan kelas
atau golongan memang perlu di lakukan.
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. (2015). Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan
Proses Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar