Sabtu, 06 Januari 2018

Komposisi

KOMPOSISI

Menurut Masnur (2010:57)  yang dimaksud dengan proses pemajemukan atau komposisi adalah peristiwa bergabungnya dua morfem dasar atau lebih secara padu dan menimbulkan arti yang relatif baru. Hasil dari proses ini disebut kata majemuk. Seperti kata kamar mandi, buku tulis, keras kepala, dan mata air.

Ciri-ciri kata majemuk
Ciri-ciri kata majemuk memiliki dapat dilihat dari dua segi, yaitu:
a.      Segi sifat konstruksi
Pada segi ini kata majemuk tidak bisa disisipi bentuk atau unsur lain, baik bentuk yang, dan, -nya, milik.
b.      Segi unsur
Bentuk majemuk dalam bahasa Indonesia lebih banyak yang berunsur bentuk-bentuk yang belum pernah mengalami proses morfologis. Misalnya kamar kerja, terima kasih, jual beli, dan bola lampu. Tetapi ada beberapa yang mengalami proses afiksasi, seperti membabi buta, bertekuk lutut, dan tertangkap basah. Pada contoh tersebut, urutan konstruksinya tetap dan menghasilkan arti yang baru.

Jenis pemajemukan dalam bahasa Indonesia
1.      Apabila dilihat dari hubungan unsur-unsur yang mendukungnya. Pemajemukan dapat dibagi atas tiga, yaitu:
a.       Bentuk majemuk yang unsur pertama diterangkan unsur kedua.
Terbagi atas dua macam, yaitu
karmadharaya  (apabila unsur yang kedua berkelas kata sifat), misalnya:
orang kecil      (= rakyat jelata)
hari besar        (= hari yang diperingati secara nasional)
meja hijau       (= pengadilan)
tatpurusa (apabila unsur kata kedua berkelas kata selain kata sifat), misalnya:
            meja tulis
            ruang tamu
            kamar mandi

b.      Bentuk majemuk yang unsur pertama menerangkan unsur kedua. Pada umumnya berasal dari unsur serapan, terutama bahasa Sanskerta. Misalnya Purbakala, balatentara, dan bumiputra. Bentuk-bentuk ini tidak produktif lagi karena saat ini orientasinya sudah tidak diarahkan pada bahasa Sanskerta.
c.       Bentuk majemuk yang unsur-unsurnya tidak saling menerangkan, tetapi hanya merupakan rangkaian yang sejajar (kopulatif). Bentuk majemuk ini biasa disebut sebagai dwandwa. Apabila dlihat dari hubungan makna antaunsurnya, ada yang setara, berlawanan, dan ada yang bersinonim. Misalnya:
Hubungan setara         :           kaki tangan, daya juang, tanggung jawab;
Hubungan berlawanan :          jual beli, simpan pinjam, ibu bapak;
Hubungan bersinonim :           hancur lebur, pucat pasi, sanak saudara.
2.      Apabila didasarkan jumlah unsurnya, kata majemuk dapat dikelopokkan kedalam dua jenis, yaitu:
Pertama, kata mejemuk berunsur dua buah bentuk, misalnya orang tua, anak buah, bini muda, dan lembaran hitam.
Kedua, kata majemuk berunsur lebih dari dua buah (idiom), misalnya senjata makan tuan dan apa boleh buat.
3.      Apabila didasarkan pada konstruksi kelas katanya, yaitu:
a.       KB-KB     :           tuan tanah, kepala batu, mata keranjang, tanah air.
b.      KB-KK     :           roti bakar, kursi goyang, kamar tidur, ayam sabung.
c.       KB-KS      :           kursi malas, hidung belang, kepala dingin, bini muda.
d.      KK-KB     :           tolak peluru, tusuk jarum, masuk angin, balas budi.
e.       KK-KK     :           turun minum, temu karya, pukul mundur, pulang pergi.
f.       KK-KS      :           tertangkap basah, tahu beres, adu untung.
g.      KS-KB      :           gatal mulut, haus darah, tinggi hati, besar kepala.
h.      KS-KK      :           salah ambil, salah lihat, buruk sangka.
i.        KS-KS      :           panjang lebar, tua rena, lemah lembut, kering kerontang.
Namun, Masnur Muslich menambahkan beberapa kelas kata, yaitu:
j.        Kbil-KB    :           setengah hati, perdana mentri, empat mata.
k.      Kbil-Kbil   :           sekali dua
l.        Kket-KB   :           sebelah mata
m.    KB-Kket   :           negeri seberang
n.      KB-KK-Kbil :       hewan berkaki seribu
o.      KB-KB-Kbil :       pedagang kaki lima, warga kelas satu, warga kelas dua.
p.      KB-Kket-KK :      apa boleh buat
q.      Kbil-Kbil-KB :      setali tiga uang
r.        KB-KK-KB :        senjata makan tuan
s.       Kbil-KK    :           setengah hati

Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk imbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata (Chaer, 2015:209). Macam-macam komposisi yaitu:
A. Komposisi Nomina
B. Komposisi Verbal
C. Komposisi Ajektival

A. Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (Chaer, 2008:216). Contoh:
- kakek nenek pergi berlebaran.
- mereka memakai baju baru.

No.
Komposisi Nomina Dibentuk dari
Contoh
1. 
Nomina + Nomina
Kakek nenek dan meja kayu
2. 
Nomina + Verba
Buku ajar dan ruang tunggu
3. 
Nomina + Ajektiva
Guru muda dan mobil kecil
4. 
Adverbia + Nomina
Banyak buaya dan beberapa murid

1. Komposisi Nomina Bermakna Gramatikal
Makna gramatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi nominal antara lain:
No
Makna gramatikal
Sisipan
Makna unsur
Contoh
1.
Gabungan biasa
dan
(+ Pasangan antonim rasional)
Suami istri, adik kakak
(+ Anggota dari satu medan makna)
Kampung halaman, sawah ladang
2.
Bagian
dari
Unsur pertama (+ bagian dari kedua unsur)
Awal tahun, tengah semester, tengah malam.
Unsur kedua (+ keseluruhan yang mencangkup unsur pertama)
3.
Kepunyaan atau pemilik
milik
Unsur pertama (+ benda milik)
Rumah nenek, sepatu adik, putri raja, sekolah swasta
Unsur kedua (+ insan), (+ yang diinsankan) atau (+ pemilik)
4.
Asal bahan
Terbuat dari
(+ bahan pembuat unsur pertama)
Kursi rotan, jaket kulit. Map plastik
5.
Asal tempat
Berasal dari
(+ tempat berasalnya unsur pertama)
Soto madura, dodol garut, lenong betawi
6.
Bercampur atau dicampur dengan
bercampur
(+ bercampur pada unsur pertama)
Gado-gado nasi, sate lontong, semen pasir
7.
Hasil buatan
buatan
(+ pembuat unsur pertama)
Puisi Chairil, mobil jepang
8.
Tempat melakukan sesuatu
tempat
Unsur pertama (+ ruang)
Rumah makan, meja tulis. Kamar  mandi
Unsur kedua (+ tindakan)
9.
Kegunaan tertentu
untuk
Unsur pertama (+ tidakan)
Uang belanja, kapal perang, pensil alis
10.
bentuk
berbentuk
Unsur pertama (+ benda)
Mja bundar, karet gelang, rumah mungil, kotak persegi
Unsur kedua (+ bentuk) atau (+ wujud)
11.
jenis
jenis
Unsur pertama (+ benda generik)
Mobil sedan, pisau lipat, bungan anggrek, rokok kretek
Unsur kedua (+ benda spesifik)
12.
keadaan
Dalam keadaan
Unsur pertama (+ benda)
Mobil rusak, anak malas, ban kempes
Unsur kedua (+ keadaan)
13.
Seperti atau menyerupai
Seperti ata serupa
Unsur pertama (+ benda buatan)
Gula pasir, kopi bubuk, jembatan semanggi
Unsur kedua (+ ciri khas benda)
14.
Jender atau jenis kelamin
berkelamin
Unsur pertama (+ makhluk)
Ayam jago, atlet putra, polisi wanita
Unsur kedua (+ gender)
15.
model
model
Unsur pertama (+ benda buatan)
Topi koboy, kebaya kartini, celana jengki
Unsur kedua (+ gender)
16.
Memakai atau menggunakan
memakai
Unsur pertama (+ benda alat)
Mesin uap, lampu kabel, rem angin, sumpah pocong
Unsur kedua (+ bahan yang digunakan)
17.
Yang di....
Yang di....
 (+ perlakuan terhadap unsur pertama)
Anak angkat, ayam goreng, ikan pepes
18.
Ada di...
di
Unsur pertama (+ kegiatan)
Voli pantai, wisata alam, lari gawang, arum jeram
Unsur kedua (+ ruang) atau (+ tempat)
19.
Yang (biasa) melakukan
Yang melakukan atau yang mengerjakan
Unsur pertama (+ pelaku)
Jago makan, tukang copet, tukang todong, tukang pukul
Unsur kedua (+ tindakan) atau (+ kegiatan)
20.
Wadah atau tempat
Wadah atau tempat
Unsur pertama (+ wadah)
Kaleng cet, piring nasi, toples kue, cangkir kopi
Unsur kedua (+ benda berwadah)
21.
Letak atau posisi
Yang berada di.....
Unsur pertama (+ benda)
Kamar tengah, pintu samping, jendela belakang
Unsur kedua (+ posisi)
22.
Mempunyai atau di lengkapi dengan
Mempunyai atau dilengkapi
Unsur pertama (+ benda alat)
Rumah tingkat, kursi roda, truk gandeng, sepeda motor
Unsur kedua (+ pelengkap)
23.
Jenjang tahap atau tingkat
Tahap atau tingkat
Unsur pertama (+ kegiatan)
Pemain pemula, sekolah tinggi, sekolah dasar
Unsur kedua (+ tahap) atau (+ tingkatan)
24.
Rasa atau bau
Yang rasanya atau yang baunya
Unsur pertama (+ benda rasa) atau (+ benda bau)
Air tawar, sayur asem, kopi pahit, obat pahit, minyak wangi
Unsur kedua (+ rasa) atau (+ bau)

2. Komposisi Nomina Bermakna Idiomatik
Komposisi nomina memiliki makna idiomatik baik berupa idiom penuh maupun idiom sebagian. Idiom penuh artinya, seluruh komposisi itu memiliki makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun secara gramatikal. Contoh:
- orang tua, ‘ayah ibu’.
- meja hijau, ‘pengadilan’
Sementara komposisi yang berupa idiom sebagian adalah yang salah satu unsurnya masi memiliki makna leksikalnya. Contoh: pakaian kebesaran, gaji buta dan koran kuning (Chaer, 2015:222-223).

3. Komposisi Nomina Metafosis
Komposisi nominal yang salah satu unsurnya digunakan secara metafosis, yaitu dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki unsur tersebut. Contoh: kaki gunung, makna metafosis dari komponen makna kaki yaitu ‘terletak di bagian bawah’. Sedangkan pada komposisi kaki meja diberi makna metafosis dari komponen kaki yaitu ‘penunjang berdirinya tubuh’ (Chaer, 2015:223).

4. Komposisi Nomina Nama dan Istilah
Sebagai nama atau istilah komposisi ini tidak bermakna gramatikal, tidak bermakna idiomatik, juga tidak bermakna metafosis (Chaer, 2015:224). Contoh:
Nama
Istilah
Hotel Indonesia
Lepas landas
Tanah Abang
Suku cadang
Kali Ciliwung
Rumah tangga

5. Komposisi Nomina dengan Adverbia
Makna komposisi jenis ini ditentukan noleh makna leksikal dari kata adverbia itu. Adverbia yang mendampingi namina adalah adverbia negasi seperti, bukan, tiada dan tanpa. Adverbia yang menyataka jumlah seperti, beberapa, banyak, sedikit, sejumlah, jarang, dan kurang. Contoh: tanpa uang, beberapa siswa dan sedikit air (Chaer, 2015: 225).

B. Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal (Chaer, 2015:225). Contoh:
- mereka menyanyi menari sepanjang malam.
- dia datang menghadap kepala sekolah.

No.
Komposisi Nomina Dibentuk dari
Contoh
1.
Verba + verba
Duduk termenung dan lari bersembunyi
2. 
Verba + nomina
Gigit jari dan membanting tulang
3.
Verba + ajektiva
Lompat tinggi dan berkata keras
4.
Adverbia + verba
Tidak datang dan belum jumpa

1. Komposisi Verbal Bermakna Gramatikal
Makna garamatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi verbal antara lain:
No
Makna gramatikal
Sisipan
Makna unsur
Contoh
1.
Gabungan biasa
dan
Sebagai buah kata bersinonim
Bujuk rayu, caci maki
Merupakan anggota dari satu medan makna
Belajar, mengajar, tanya jawab
Merupakan berantonim
Jual beli, tanya jawab
2.
Gabungan mempertentangkan
atau
Merupakan pasangan berantonim
Hidup mati, gerak, diam, rebah bangun
3.
Sambil
sambil
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+gerak)
Datang membawa, datang menggendong, duduk berbicara, duduk membaca
Unsur kedua (+ tindakan) dan (+ gerak)
4.
lalu
Lalu
Unsur pertama (+ tindakan) dan (- gerak)
Berteriak-teriak, datang marah-marah, melompat, menendang
Unsur kedua (+ tindakan) dan (-  gerak)
5.
untuk
Untuk
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+ gerak)
Duduk berunding, laribersembunyi, datang meminta, pergi berobat
Unsur kedua (+ tindakan) dan (±  sasaran)
6.
dengan
dengan
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+ gerak)
Datang merangkak, menangis tersedu-sedu, pulang menggendong (adik)
Unsur kedua (+ tindakan) dan (+  keadaan)
7
alat
menggunakan
Unsur pertama (+ tindakan)
Balap mobil, lempar cakram, terjun payung
Unsur kedua (+ alat) dan (+  yang digunakan)
8.
waktu
waktu
Unsur pertama (+ kegiatan)
Ronda malam, makan siang, sholat subuh, doa makan
Unsur kedua (+ saat) dan (+  ketika)
9.
secara
secara
Unsur pertama (+ tindakan)
Terjun bebas, lari cepat, kerja paksa
Unsur kedua  (+ cara)
10.
karena
karena
Unsur pertama (+ kejadian)
Cerai mati, mabuk laut, mandi darah
Unsur kedua  (+ penyebab)
11.
terhadap
Terhada atau akan
Unsur pertama (+ peristiwa)
Kedap air, kedap suara, tahan panas
Unsur kedua  (+ kejadian)
12.
menjadi
menjadi
Unsur pertama (+ penyebab)
Jatuh sakit, jatuh miskin, pergi haji
Unsur kedua  (+ akibat)
13.
sehingga
Sehingga atau sampai
Unsur pertama (+ tindakan)
Tembak mati, sebar luas, buang habis
Unsur kedua  (+ kesudahan)
14.
menuju
Ke atau menuju
Unsur pertama (+ gerak arah)
Belok kanan, masuk desa, naik darat
Unsur kedua  (+ arah tujuan)
15.
Araj kedatangan
dari
Unsur pertama (+ gerak arah)
Habis andi, pulang kerja, bubar rapat
Unsur kedua  (+ arah tujuan)
16.
seperti
Seperti atau sebagai
Unsur pertama (+ keadaan)
Luas tabung, mati kutu, buta ayam
Unsur kedua  (+ perbandingan)

2. Komposisi Verbal Bermakna Idiomatikal
Komposisi verbal yang bermakna idiomatikal, yaitu makna yang dapat ditelusuri atau diprediksi baik secara leksikal maupun gramatikal. Contoh: makan garam ‘pengalaman’, gigit jari ‘tidak mendapat apa-apa’ dan mengukir langit ‘mengkhayal’ (Chaer, 2015:229).

3. Komposisi Verbal dengan Adverbia
Adverbia pendamping verba adalah (Chaer, 2015:231):
No.
Adverbia
Kata
1.
negasi
Tidak, tak, tanpa
2.
kala
Sudah, sedang, tengah lagi, akan
3.
keselesaian
Sudah, sedang, tengah, belum
4.
aspektual
Boleh, wajib, harus, dapat, ingin, mau
5.
frekuensi
Sering, jarang, pernah, acapkali
6.
kemungkinan
Mungkin, pasti, barang kali, boleh jadi
Contoh komposisi dengan kelas adverbia:
- tidak makan
- harus datang

C. Komposisi Ajektival
Komposisi ajektival adalah komposisi pada satuan klausa, berkategori ajektival (Chaer, 2008:231). Contoh:
- gadis yang cantik molek itu duduk termenung.
- kaya miskin di hadapan Allah sama saja.

No.
Komposisi Ajektiva Dibentuk dari
Contoh
1.
Ajektiva + ajektiva
Tua muda dan besar kecil
2.
Ajektiva + nomina
Merah darah dan keras hati
3.
Ajektiva + verba
Takut pulang dan malu bertanya
4.
Adverbia + ajektiva
Agak nakal dan sangat indah

1. Komposisi Ajektival Bermakna Gramatikal
Makna garamatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi ajektival antara lain:
No
Makna gramatikal
Sisipan
Makna unsur
Contoh
1.
Gabungan biasa
dan
Sebagai pasangan bersinonim
Tua renta, segar bugar
Sebagai pasangan berantonim atau beroposisi
Baik buruk, timur barat, tinggi rendah
Makna yang sejalan atau bertentangan
Tinggi besar, putih bersih, kecil mungil
2.
Alternatif atau pilihan
atau
Makna yang bertentangan sebagai pasangan berantonim
Kalah menang, halal haram, benar salah
3.
seperti
seperti
Unsur pertama (+ warna)
Merah jambu, merah arah, biru laut, kuning emas, hijau lumut
Unsur kedua  (+ benda berwana)
4.
serba

Memiliki komponen makna yang sama
a. Komposis: mereka memakai pakaian putih-putih
b. reduplikasi: putih-putih harus dibawanya
5.
unruk
untuk
Unsur pertama (+ sikap batin)
Takut pulang, berani mati, malu bertemu, berani datang
Unsur kedua  (+ kejadian) atau ( + peristiwa)
6.
kalau
kalau
Unsur pertama (+ perasaan batin)
Sedih mendengar, senang melihat, curiga melihat
Unsur kedua  (+ tindakan)


2. Komposisi Ajektiva Bermakna Idiomatikal
Komposisi ajektiva bermakna idiomatikal, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal (Chaer, 2015:234). Contoh: panjang usus, ‘sabar’ dan tinggi hati, ‘angkuh’.

3. Komposisi Ajektival dengan Adverbia
Menurut Chaer, (2015:234) adverbia yang mendampingi ajektival untuk membentuk komposisi ajektival adalah:
a. Adverbia negasi: tidak
b. Adverbia derajat: agak, sama, lebih, kurang, sangat, amat, sekali.
Contoh: tidak bagus, tidak mudah, agak tinggi, dan kurang rapat.





Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta
Muslich, Masnur. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Akasara.




Komposisi

KOMPOSISI Menurut Masnur (2010:57)  yang dimaksud dengan proses pemajemukan atau komposisi adalah peristiwa bergabungnya dua morfem da...