KOMPOSISI
Menurut Masnur (2010:57) yang dimaksud dengan proses pemajemukan atau
komposisi adalah peristiwa bergabungnya dua morfem dasar atau lebih secara padu
dan menimbulkan arti yang relatif baru. Hasil dari proses ini disebut kata
majemuk. Seperti kata kamar mandi, buku tulis, keras kepala, dan mata
air.
Ciri-ciri kata majemuk
Ciri-ciri
kata majemuk memiliki dapat dilihat dari dua segi, yaitu:
a. Segi
sifat konstruksi
Pada
segi ini kata majemuk tidak bisa disisipi bentuk atau unsur lain, baik bentuk yang, dan, -nya, milik.
b. Segi
unsur
Bentuk majemuk dalam bahasa Indonesia
lebih banyak yang berunsur bentuk-bentuk yang belum pernah mengalami proses
morfologis. Misalnya kamar kerja, terima kasih, jual beli,
dan bola lampu. Tetapi ada beberapa yang mengalami proses afiksasi,
seperti membabi buta, bertekuk lutut, dan tertangkap basah. Pada
contoh tersebut, urutan konstruksinya tetap dan menghasilkan arti yang baru.
Jenis pemajemukan dalam
bahasa Indonesia
1. Apabila
dilihat dari hubungan unsur-unsur yang mendukungnya. Pemajemukan dapat dibagi
atas tiga, yaitu:
a. Bentuk
majemuk yang unsur pertama diterangkan unsur kedua.
Terbagi
atas dua macam, yaitu
karmadharaya (apabila
unsur yang kedua berkelas kata sifat), misalnya:
orang
kecil (= rakyat jelata)
hari
besar (= hari yang diperingati
secara nasional)
meja
hijau (= pengadilan)
tatpurusa (apabila
unsur kata kedua berkelas kata selain kata sifat), misalnya:
meja
tulis
ruang
tamu
kamar
mandi
b. Bentuk
majemuk yang unsur pertama menerangkan unsur kedua. Pada umumnya berasal dari
unsur serapan, terutama bahasa Sanskerta. Misalnya Purbakala, balatentara,
dan bumiputra. Bentuk-bentuk ini tidak produktif lagi karena saat ini
orientasinya sudah tidak diarahkan pada bahasa Sanskerta.
c. Bentuk
majemuk yang unsur-unsurnya tidak saling menerangkan, tetapi hanya merupakan
rangkaian yang sejajar (kopulatif). Bentuk majemuk ini biasa disebut
sebagai dwandwa. Apabila dlihat dari hubungan makna antaunsurnya, ada yang
setara, berlawanan, dan ada yang bersinonim. Misalnya:
Hubungan
setara : kaki
tangan, daya juang, tanggung jawab;
Hubungan
berlawanan : jual
beli, simpan pinjam, ibu bapak;
Hubungan
bersinonim : hancur
lebur, pucat pasi, sanak saudara.
2. Apabila
didasarkan jumlah unsurnya, kata majemuk dapat dikelopokkan kedalam dua jenis,
yaitu:
Pertama, kata mejemuk berunsur dua buah
bentuk, misalnya orang tua, anak buah, bini muda, dan lembaran hitam.
Kedua, kata majemuk berunsur lebih dari
dua buah (idiom), misalnya senjata makan tuan dan apa boleh
buat.
3. Apabila
didasarkan pada konstruksi kelas katanya, yaitu:
a. KB-KB : tuan
tanah, kepala batu, mata keranjang, tanah air.
b. KB-KK : roti
bakar, kursi goyang, kamar tidur, ayam sabung.
c. KB-KS : kursi
malas, hidung belang, kepala dingin, bini muda.
d. KK-KB : tolak
peluru, tusuk jarum, masuk angin, balas budi.
e. KK-KK : turun
minum, temu karya, pukul mundur, pulang pergi.
f. KK-KS : tertangkap
basah, tahu beres, adu untung.
g. KS-KB : gatal
mulut, haus darah, tinggi hati, besar kepala.
h. KS-KK : salah
ambil, salah lihat, buruk sangka.
i. KS-KS : panjang
lebar, tua rena, lemah lembut, kering kerontang.
Namun,
Masnur Muslich menambahkan beberapa kelas kata, yaitu:
j. Kbil-KB : setengah
hati, perdana mentri, empat mata.
k. Kbil-Kbil : sekali
dua
l. Kket-KB : sebelah
mata
m. KB-Kket : negeri
seberang
n. KB-KK-Kbil
: hewan berkaki seribu
o. KB-KB-Kbil
: pedagang kaki lima, warga kelas
satu, warga kelas dua.
p. KB-Kket-KK
: apa boleh buat
q. Kbil-Kbil-KB
: setali tiga uang
r. KB-KK-KB
: senjata makan tuan
s. Kbil-KK : setengah
hati
Komposisi adalah proses penggabungan dasar dengan dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk imbuhan) untuk mewadahi suatu “konsep” yang belum tertampung dalam sebuah kata (Chaer, 2015:209). Macam-macam komposisi yaitu:
A. Komposisi Nomina
B. Komposisi Verbal
C. Komposisi Ajektival
A. Komposisi Nomina
Komposisi nomina adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori nomina (Chaer, 2008:216). Contoh:
- kakek nenek pergi berlebaran.
- mereka memakai baju baru.
|
No.
|
Komposisi Nomina Dibentuk dari
|
Contoh
|
|
1.
|
Nomina + Nomina
|
Kakek nenek dan meja kayu
|
|
2.
|
Nomina + Verba
|
Buku ajar dan ruang tunggu
|
|
3.
|
Nomina + Ajektiva
|
Guru muda dan mobil kecil
|
|
4.
|
Adverbia + Nomina
|
Banyak buaya dan beberapa murid
|
1. Komposisi Nomina Bermakna Gramatikal
Makna gramatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi nominal antara lain:
|
No
|
Makna gramatikal
|
Sisipan
|
Makna unsur
|
Contoh
|
|
1.
|
Gabungan biasa
|
dan
|
(+ Pasangan antonim rasional)
|
Suami istri, adik kakak
|
|
(+ Anggota dari satu medan makna)
|
Kampung halaman, sawah ladang
|
|||
|
2.
|
Bagian
|
dari
|
Unsur pertama (+ bagian dari kedua unsur)
|
Awal tahun, tengah semester, tengah malam.
|
|
Unsur kedua (+ keseluruhan yang mencangkup unsur pertama)
|
||||
|
3.
|
Kepunyaan atau pemilik
|
milik
|
Unsur pertama (+ benda milik)
|
Rumah nenek, sepatu adik, putri raja, sekolah swasta
|
|
Unsur kedua (+ insan), (+ yang diinsankan) atau (+ pemilik)
|
||||
|
4.
|
Asal bahan
|
Terbuat dari
|
(+ bahan pembuat unsur pertama)
|
Kursi rotan, jaket kulit. Map plastik
|
|
5.
|
Asal tempat
|
Berasal dari
|
(+ tempat berasalnya unsur pertama)
|
Soto madura, dodol garut, lenong betawi
|
|
6.
|
Bercampur atau dicampur dengan
|
bercampur
|
(+ bercampur pada unsur pertama)
|
Gado-gado nasi, sate lontong, semen pasir
|
|
7.
|
Hasil buatan
|
buatan
|
(+ pembuat unsur pertama)
|
Puisi Chairil, mobil jepang
|
|
8.
|
Tempat melakukan sesuatu
|
tempat
|
Unsur pertama (+ ruang)
|
Rumah makan, meja tulis. Kamar
mandi
|
|
Unsur kedua (+ tindakan)
|
||||
|
9.
|
Kegunaan tertentu
|
untuk
|
Unsur pertama (+ tidakan)
|
Uang belanja, kapal perang, pensil alis
|
|
10.
|
bentuk
|
berbentuk
|
Unsur pertama (+ benda)
|
Mja bundar, karet gelang, rumah mungil, kotak persegi
|
|
Unsur kedua (+ bentuk) atau (+ wujud)
|
||||
|
11.
|
jenis
|
jenis
|
Unsur pertama (+ benda generik)
|
Mobil sedan, pisau lipat, bungan anggrek, rokok kretek
|
|
Unsur kedua (+ benda spesifik)
|
||||
|
12.
|
keadaan
|
Dalam keadaan
|
Unsur pertama (+ benda)
|
Mobil rusak, anak malas, ban kempes
|
|
Unsur kedua (+ keadaan)
|
||||
|
13.
|
Seperti atau menyerupai
|
Seperti ata serupa
|
Unsur pertama (+ benda buatan)
|
Gula pasir, kopi bubuk, jembatan semanggi
|
|
Unsur kedua (+ ciri khas benda)
|
||||
|
14.
|
Jender atau jenis kelamin
|
berkelamin
|
Unsur pertama (+ makhluk)
|
Ayam jago, atlet putra, polisi wanita
|
|
Unsur kedua (+ gender)
|
||||
|
15.
|
model
|
model
|
Unsur pertama (+ benda buatan)
|
Topi koboy, kebaya kartini, celana jengki
|
|
Unsur kedua (+ gender)
|
||||
|
16.
|
Memakai atau menggunakan
|
memakai
|
Unsur pertama (+ benda alat)
|
Mesin uap, lampu kabel, rem angin, sumpah pocong
|
|
Unsur kedua (+ bahan yang digunakan)
|
||||
|
17.
|
Yang di....
|
Yang di....
|
(+ perlakuan terhadap unsur
pertama)
|
Anak angkat, ayam goreng, ikan pepes
|
|
18.
|
Ada di...
|
di
|
Unsur pertama (+ kegiatan)
|
Voli pantai, wisata alam, lari gawang, arum jeram
|
|
Unsur kedua (+ ruang) atau (+ tempat)
|
||||
|
19.
|
Yang (biasa) melakukan
|
Yang melakukan atau yang mengerjakan
|
Unsur pertama (+ pelaku)
|
Jago makan, tukang copet, tukang todong, tukang pukul
|
|
Unsur kedua (+ tindakan) atau (+ kegiatan)
|
||||
|
20.
|
Wadah atau tempat
|
Wadah atau tempat
|
Unsur pertama (+ wadah)
|
Kaleng cet, piring nasi, toples kue, cangkir kopi
|
|
Unsur kedua (+ benda berwadah)
|
||||
|
21.
|
Letak atau posisi
|
Yang berada di.....
|
Unsur pertama (+ benda)
|
Kamar tengah, pintu samping, jendela belakang
|
|
Unsur kedua (+ posisi)
|
||||
|
22.
|
Mempunyai atau di lengkapi dengan
|
Mempunyai atau dilengkapi
|
Unsur pertama (+ benda alat)
|
Rumah tingkat, kursi roda, truk gandeng, sepeda motor
|
|
Unsur kedua (+ pelengkap)
|
||||
|
23.
|
Jenjang tahap atau tingkat
|
Tahap atau tingkat
|
Unsur pertama (+ kegiatan)
|
Pemain pemula, sekolah tinggi, sekolah dasar
|
|
Unsur kedua (+ tahap) atau (+ tingkatan)
|
||||
|
24.
|
Rasa atau bau
|
Yang rasanya atau yang baunya
|
Unsur pertama (+ benda rasa) atau (+ benda bau)
|
Air tawar, sayur asem, kopi pahit, obat pahit, minyak wangi
|
|
Unsur kedua (+ rasa) atau (+ bau)
|
2. Komposisi Nomina Bermakna Idiomatik
Komposisi nomina memiliki makna idiomatik baik berupa idiom penuh maupun idiom sebagian. Idiom penuh artinya, seluruh komposisi itu memiliki makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun secara gramatikal. Contoh:
- orang tua, ‘ayah ibu’.
- meja hijau, ‘pengadilan’
Sementara komposisi yang berupa idiom sebagian adalah yang salah satu unsurnya masi memiliki makna leksikalnya. Contoh: pakaian kebesaran, gaji buta dan koran kuning (Chaer, 2015:222-223).
3. Komposisi Nomina Metafosis
Komposisi nominal yang salah satu unsurnya digunakan secara metafosis, yaitu dengan mengambil salah satu komponen makna yang dimiliki unsur tersebut. Contoh: kaki gunung, makna metafosis dari komponen makna kaki yaitu ‘terletak di bagian bawah’. Sedangkan pada komposisi kaki meja diberi makna metafosis dari komponen kaki yaitu ‘penunjang berdirinya tubuh’ (Chaer, 2015:223).
4. Komposisi Nomina Nama dan Istilah
Sebagai nama atau istilah komposisi ini tidak bermakna gramatikal, tidak bermakna idiomatik, juga tidak bermakna metafosis (Chaer, 2015:224). Contoh:
|
Nama
|
Istilah
|
|
Hotel Indonesia
|
Lepas landas
|
|
Tanah Abang
|
Suku cadang
|
|
Kali Ciliwung
|
Rumah tangga
|
5. Komposisi Nomina dengan Adverbia
Makna komposisi jenis ini ditentukan noleh makna leksikal dari kata adverbia itu. Adverbia yang mendampingi namina adalah adverbia negasi seperti, bukan, tiada dan tanpa. Adverbia yang menyataka jumlah seperti, beberapa, banyak, sedikit, sejumlah, jarang, dan kurang. Contoh: tanpa uang, beberapa siswa dan sedikit air (Chaer, 2015: 225).
B. Komposisi Verbal
Komposisi verbal adalah komposisi yang pada satuan klausa berkategori verbal (Chaer, 2015:225). Contoh:
- mereka menyanyi menari sepanjang malam.
- dia datang menghadap kepala sekolah.
|
No.
|
Komposisi Nomina Dibentuk dari
|
Contoh
|
|
1.
|
Verba + verba
|
Duduk termenung dan lari bersembunyi
|
|
2.
|
Verba + nomina
|
Gigit jari dan membanting tulang
|
|
3.
|
Verba + ajektiva
|
Lompat tinggi dan berkata keras
|
|
4.
|
Adverbia + verba
|
Tidak datang dan belum jumpa
|
1. Komposisi Verbal Bermakna Gramatikal
Makna garamatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi verbal antara lain:
|
No
|
Makna gramatikal
|
Sisipan
|
Makna unsur
|
Contoh
|
|
1.
|
Gabungan biasa
|
dan
|
Sebagai buah kata bersinonim
|
Bujuk rayu, caci maki
|
|
Merupakan anggota dari satu medan makna
|
Belajar, mengajar, tanya jawab
|
|||
|
Merupakan berantonim
|
Jual beli, tanya jawab
|
|||
|
2.
|
Gabungan mempertentangkan
|
atau
|
Merupakan pasangan berantonim
|
Hidup mati, gerak, diam, rebah bangun
|
|
3.
|
Sambil
|
sambil
|
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+gerak)
|
Datang membawa, datang menggendong, duduk berbicara, duduk membaca
|
|
Unsur kedua (+ tindakan) dan (+ gerak)
|
||||
|
4.
|
lalu
|
Lalu
|
Unsur pertama (+ tindakan) dan (- gerak)
|
Berteriak-teriak, datang marah-marah, melompat, menendang
|
|
Unsur kedua (+ tindakan) dan (-
gerak)
|
||||
|
5.
|
untuk
|
Untuk
|
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+ gerak)
|
Duduk berunding, laribersembunyi, datang meminta, pergi berobat
|
|
Unsur kedua (+ tindakan) dan (± sasaran)
|
||||
|
6.
|
dengan
|
dengan
|
Unsur pertama (+ tindakan) dan (+ gerak)
|
Datang merangkak, menangis tersedu-sedu, pulang menggendong (adik)
|
|
Unsur kedua (+ tindakan) dan (+
keadaan)
|
||||
|
7
|
alat
|
menggunakan
|
Unsur pertama (+ tindakan)
|
Balap mobil, lempar cakram, terjun payung
|
|
Unsur kedua (+ alat) dan (+ yang
digunakan)
|
||||
|
8.
|
waktu
|
waktu
|
Unsur pertama (+ kegiatan)
|
Ronda malam, makan siang, sholat subuh, doa makan
|
|
Unsur kedua (+ saat) dan (+
ketika)
|
||||
|
9.
|
secara
|
secara
|
Unsur pertama (+ tindakan)
|
Terjun bebas, lari cepat, kerja paksa
|
|
Unsur kedua (+ cara)
|
||||
|
10.
|
karena
|
karena
|
Unsur pertama (+ kejadian)
|
Cerai mati, mabuk laut, mandi darah
|
|
Unsur kedua (+ penyebab)
|
||||
|
11.
|
terhadap
|
Terhada atau akan
|
Unsur pertama (+ peristiwa)
|
Kedap air, kedap suara, tahan panas
|
|
Unsur kedua (+ kejadian)
|
||||
|
12.
|
menjadi
|
menjadi
|
Unsur pertama (+ penyebab)
|
Jatuh sakit, jatuh miskin, pergi haji
|
|
Unsur kedua (+ akibat)
|
||||
|
13.
|
sehingga
|
Sehingga atau sampai
|
Unsur pertama (+ tindakan)
|
Tembak mati, sebar luas, buang habis
|
|
Unsur kedua (+ kesudahan)
|
||||
|
14.
|
menuju
|
Ke atau menuju
|
Unsur pertama (+ gerak arah)
|
Belok kanan, masuk desa, naik darat
|
|
Unsur kedua (+ arah tujuan)
|
||||
|
15.
|
Araj kedatangan
|
dari
|
Unsur pertama (+ gerak arah)
|
Habis andi, pulang kerja, bubar rapat
|
|
Unsur kedua (+ arah tujuan)
|
||||
|
16.
|
seperti
|
Seperti atau sebagai
|
Unsur pertama (+ keadaan)
|
Luas tabung, mati kutu, buta ayam
|
|
Unsur kedua (+ perbandingan)
|
2. Komposisi Verbal Bermakna Idiomatikal
Komposisi verbal yang bermakna idiomatikal, yaitu makna yang dapat ditelusuri atau diprediksi baik secara leksikal maupun gramatikal. Contoh: makan garam ‘pengalaman’, gigit jari ‘tidak mendapat apa-apa’ dan mengukir langit ‘mengkhayal’ (Chaer, 2015:229).
3. Komposisi Verbal dengan Adverbia
Adverbia pendamping verba adalah (Chaer, 2015:231):
|
No.
|
Adverbia
|
Kata
|
|
1.
|
negasi
|
Tidak, tak, tanpa
|
|
2.
|
kala
|
Sudah, sedang, tengah lagi, akan
|
|
3.
|
keselesaian
|
Sudah, sedang, tengah, belum
|
|
4.
|
aspektual
|
Boleh, wajib, harus, dapat, ingin, mau
|
|
5.
|
frekuensi
|
Sering, jarang, pernah, acapkali
|
|
6.
|
kemungkinan
|
Mungkin, pasti, barang kali, boleh jadi
|
Contoh komposisi dengan kelas adverbia:
- tidak makan
- harus datang
C. Komposisi Ajektival
Komposisi ajektival adalah komposisi pada satuan klausa, berkategori ajektival (Chaer, 2008:231). Contoh:
- gadis yang cantik molek itu duduk termenung.
- kaya miskin di hadapan Allah sama saja.
|
No.
|
Komposisi Ajektiva Dibentuk dari
|
Contoh
|
|
1.
|
Ajektiva + ajektiva
|
Tua muda dan besar kecil
|
|
2.
|
Ajektiva + nomina
|
Merah darah dan keras hati
|
|
3.
|
Ajektiva + verba
|
Takut pulang dan malu bertanya
|
|
4.
|
Adverbia + ajektiva
|
Agak nakal dan sangat indah
|
1. Komposisi Ajektival Bermakna Gramatikal
Makna garamatikal yang muncul dalam proses pembentukan komposisi ajektival antara lain:
|
No
|
Makna gramatikal
|
Sisipan
|
Makna unsur
|
Contoh
|
|
1.
|
Gabungan biasa
|
dan
|
Sebagai pasangan bersinonim
|
Tua renta, segar bugar
|
|
Sebagai pasangan berantonim atau beroposisi
|
Baik buruk, timur barat, tinggi rendah
|
|||
|
Makna yang sejalan atau bertentangan
|
Tinggi besar, putih bersih, kecil mungil
|
|||
|
2.
|
Alternatif atau pilihan
|
atau
|
Makna yang bertentangan sebagai pasangan berantonim
|
Kalah menang, halal haram, benar salah
|
|
3.
|
seperti
|
seperti
|
Unsur pertama (+ warna)
|
Merah jambu, merah arah, biru laut, kuning emas, hijau lumut
|
|
Unsur kedua (+ benda berwana)
|
||||
|
4.
|
serba
|
|
Memiliki komponen makna yang sama
|
a. Komposis: mereka memakai pakaian putih-putih
|
|
b. reduplikasi: putih-putih harus dibawanya
|
||||
|
5.
|
unruk
|
untuk
|
Unsur pertama (+ sikap batin)
|
Takut pulang, berani mati, malu bertemu, berani datang
|
|
Unsur kedua (+ kejadian) atau ( +
peristiwa)
|
||||
|
6.
|
kalau
|
kalau
|
Unsur pertama (+ perasaan batin)
|
Sedih mendengar, senang melihat, curiga melihat
|
|
Unsur kedua (+ tindakan)
|
2. Komposisi Ajektiva Bermakna Idiomatikal
Komposisi ajektiva bermakna idiomatikal, yaitu makna yang tidak dapat diprediksi secara leksikal maupun gramatikal (Chaer, 2015:234). Contoh: panjang usus, ‘sabar’ dan tinggi hati, ‘angkuh’.
3. Komposisi Ajektival dengan Adverbia
Menurut Chaer, (2015:234) adverbia yang mendampingi ajektival untuk membentuk komposisi ajektival adalah:
a. Adverbia negasi: tidak
b. Adverbia derajat: agak, sama, lebih, kurang, sangat, amat, sekali.
Contoh: tidak bagus, tidak mudah, agak tinggi, dan kurang rapat.
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2015. Morfologi Bahasa
Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: Rineka Cipta
Muslich, Masnur. 2010. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Akasara.